Not Everything is Same as It Seems

Mohon maaf sebelumnya jika terdapat kata-kata dalam artikel yang menyinggung perasaan Pembaca. Tapi semoga ini juga dapat membantu Anda untuk melihat begitu banyak variasi dalam hidup. Semoga berkenan.

***

Dalam kondisi Anda membawa uang kecil dan pergi bersama teman kantor, apakah yang Anda pikirkan dan lakukan ketika melihat pengemis meminta-minta kepada Anda di perempatan jalan?

  1. Merasa kasihan tapi tidak memberikan uang karena juga berpikir bahwa orang itu hanya mengemis saja, tidak mau berusaha untuk bekerja.
  2. Merasa kasihan tapi tidak memberikan uang karena takut akan dianggap “sok” baik oleh teman kantor.
  3. Tidak merasa kasihan tapi memberikan uang agar dianggap dermawan oleh teman kantor.
  4. Tidak merasa kasihan dan diam saja.
  5. Merasa kasihan dan langsung memberikan uang tanpa pikiran yang macam-macam (tulus).
  6. Lainnya.

Bagaimana pandangan Anda terhadap seorang yang membawa mobil mewah?

  1. Dia merupakan orang yang kaya.
  2. Dia merupakan seorang sopir yang ingin menjemput atau selesai mengantarkan orang yang mengkaryakannya.
  3. Lainnya.

Bagaimana pandangan Anda terhadap seorang tukang becak?

  1. Orang yang mau tetap semangat dan berusaha demi menafkahi keluarganya.
  2. Orang yang memiliki sedikit uang
  3. Orang yang bersahaja
  4. Lainnya.

Begitu banyak pilihan, pikiran, kebaikan, kepura-puraan, kesederhanaan dan pemborosan dalam hidup. Maksud hati ingin membantu, tapi karena ada faktor lingkungan kita tidak jadi membantu. Maksud hati biasa saja, tapi karena ada faktor lingkungan kita jadi membantu (entah itu secara tidak tulus, maupun tulus). Semua hal yang dilihat belum tentu merupakan hal yang sebenarnya, not everything is same as it seems. Kita tidak melihat kehidupan dia atau mereka secara keseluruhan. Kita hanya  (bisa) melihat sebagian (kecil) dari sesuatu yang dimiliki atau diperlihatkan.

http://kickandy.com/theshow/1/1/1846/read/MENGEJAR-MIMPI-

Lalu apakah Anda melihat bahwa semua tukang becak merupakan seseorang yang memiliki sedikit uang saja? Kita tidak dapat meng-generalisasi-kannya.  Mungkin Anda pernah mendengar dan membaca adanya tukang becak, buruh tani, atau pengemis yang ternyata mampu membawa (semua) anak-anaknya untuk mengenyam pendidikan hingga tingkat Strata 1 Kedokteran, Arsitek, Komputer dan lain sebagainya dengan hasil pekerjaannya sendiri. Bagaimana mungkin? Saya sendiri juga tidak tahu, tapi mungkin saja  ada di antara mereka yang penghasilannya digunakan untuk mengikuti asuransi pendidikan, atau juga hal lainnya. Atau bisa saja, oleh karena keterbatasannya anak tersebut bekerja keras mengumpulkan banyak uang, tidak untuk dihambur-hamburkan atau sebagai modal kerja, tapi untuk mengenyam pendidikan agar kehidupan masa depannya, keluarga kandungnya, atau keluarga yang akan dibinanya lebih baik.

Semua yang terlihat belum tentu bersifat sesuai dengan kenyataaan yang ada. Penampilan dapat menipu. Sebagai contoh mungkin orang yang belum mengenal Bob Sadino, seorang pengusaha bidang pertanian (peternakan),  akan menganggap dia sebagai seorang yang aneh, gila dan lain sebagainya karena senang bepergian dengan menggunakan celana pendek. Tapi itulah variasi dalam hidup. Setiap orang berusaha agar keinginannya tercapai, entah itu keinginan untuk “eksis” di lingkungan pergaulannya, atau keinginan untuk hidup dengan lebih baik, meski “keeksisan”-nya dalam pergaulan menjadi sedikit berkurang.

Orang yang terlihat buruk di mata orang lain belum tentu buruk. Orang yang terlihat bodoh di mata orang lain belum tentu bodoh. Orang yang terlihat berkekurangan di mata orang lain belum tentu kekurangan. Not everything is same as it seems. Namun, apabila yang terjadi memang demikian, kita tidak dapat mengetahui kejadian di esok hari, esok bulan, atau esok tahun, semua dapat berubah. Bagi Anda yang percaya, ada Hal yang telah mengatur kehidupan kita. Be proud, keep energetic, keep fight, keep tough, and have a nice cheers, all of You. God bless.

***

Mohon maaf  jika terdapat kata-kata dalam artikel yang menyinggung perasaan Pembaca. Tapi semoga ini juga dapat membantu Anda untuk melihat begitu banyak variasi dalam hidup.

www.minggofebrianto.com

Minggo Febrianto - Article - Not Everything is Same as It Seems

Song _ Syukurku Baktiku

INTRO :

1)
C                       G           C                    G
Kami manusia tak luput dari dosa
C                              Am       C        Am             C
Kami akan berubah hidup lebih terarah
F                                     Am                   Dm G
Mohon pengampunan dan kasihMu

2)
C                               G      C                           G
Tuhan Allah kami, kami akan menjaga
C                  Am
tindakan dan ucapan
C              Am             C
sifat dan sikap kami
F                            Am                           Dm G
Semoga terangMu membimbingku

REFF :
C                                            F
Kami hantar persembahan
Dm               Am
atas kebaikanMu
C                             G               Dm G
Trimalah syukurku baktiku

Interlude, Kembali ke 2), CODA

CODA :
C                    Dm                                     F Am
Syukurku baktiku kuhantarkan padaMu
G            C       G      C
Trima kasih Tuhan

www.minggofebrianto.com

Minggo Febrianto

Song _ BerkatMu Menjagaku, TerangMu Membimbingku

“BerkatMu menjagaku, terangMu membimbingku” merupakan lagu rohani pertama yang Ming ciptakan, semoga berkenan.

INTRO :
*)
C G F G
Kau yang terindah di dalam hidupku
F Am F Dm
berkatMu menjagaku, terangMu membimbingku
F G Dm G
dalam hidup yang nikmat ini

REFF :
C G F Am F C G
Tuhan Allahku, mohon petunjukMu tuk tiap langkahku
C Am Dm G C Dm G
Persimpangan hidupku, kebingungan arahku, mohon petunjukMu

Interlude, Kembali ke *

CODA :
C G F G
Di dalam namaMu, ku akan bersyukur
F Am F Dm C G F C
atas cobaanMu, tuk kegembiraanku. Trima kasih ya Tuhan Allahku

www.minggofebrianto.com

Minggo Febrianto

Surabaya memberi Bekal, Jakarta memberi Genggaman

Surabaya JakartaSebulan sudah Minggo merantau di bawah langit kota Jakarta. Rasa sepi terasa di awal perantauan di Jakarta. Masih jaim sama temen-temen di kantor yang baru; sikap alim,  serius, dan tampang malaikat diperlihatkan. Di kantor belum ada kerjaan, dan di kos cuma ada hiburan terbatas; komputer, koneksi internet. Waktu itu koneksi internet yang dipakai masih lambat, jadi “hiburan” video masih belum diakses, meskipun baru sedang musim. Pingin beli sesuatu yang bisa buat hiburan, tapi perlu dipikir-pikir lagi, Agustus-September 2010 besok perlu “nyumbangin” uang, demi menyambung sesuap nasi (dengan Dimsum, Spagheti, Pizza, Shabu-shabu/steamboat, dll * [* tapi tetep, pecel lele is the best]).

Sesuatu yang beda selama Ming di Surabaya kemarin lalu. Di Surabaya lebih banyak temen; temen dari tempat kuliah (STIKOM Surabaya), kerjaan (Akar Daya), paduan suara (PS Suona Amicitsia – KKMK Paroki Kristus Raja Surabaya). Dari temen-temen itu rasanya ramai dan asik deh. Buat temen-temen Ming di Surabaya, kalian masih jadi kelompok temen Ming yang paling asik * [ * Untuk sementara ini :P ].

Kalo nggak ada kerjaan sama temen, kadang juga bisa main di tempat kedua kakak laki-laki yang semuanya di Surabaya. Sewaktu masih ngekos, kalo misal capek dari kerjaan, tinggal pilih rumah kakak yang paling deket yang mana. Kalo deket Surabaya Timur, tinggal main ke rumah kakak yang deket kampus. Kalo deket Surabaya Barat, ya tinggal main ke rumah kakak yang di Wiyung. Kalo pingin beli sesuatu, sebelum ada kejadian yang bisa negur Ming buat jangan boros, ya tinggal beli aja. Terjamin deh waktu hidup di Surabaya.

Yah, tapi hidup memang kadang harus keluar dari zona nyaman. Beberapa hal yang harus ditempuh waktu keluar dari zona nyaman; jangan takut mencoba (terus) + adaptasi + hati-hati. Memulai perantauan di Jakarta, nggak tau Jakarta gimana, bingung (peta buta) Jakarta. Untungnya informasi di internet banyak, ada google maps, informasi dari hasil searching di Google, dll; pokoknya VIVA GOOGLE!!!, makasih banyak buat Google. Meski selama ini Ming sering kesasar di jalanan di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, toh akhirnya sampai juga di tujuan meski waktunya jadi lebih lama. Tinggal kesasar di Jakarta Timur aja yang belum sekarang, moga2 jangan deh.

Peribahasa “roda terus berputar” – kadang di atas, kadang di bawah mungkin kurang lengkap. Kalo lebih lengkap, “Jadilah roda yang berputar dan juga berjalan ke depan”, nggak stag – berputar tapi tetep di tempat yang sama.

Banyak hal yang bisa buat Ming sedikit lebih nyaman di luar zona nyaman. Sebagian besar Ming dapet bekalnya dari Surabaya.

  • Pengalaman dari kegiatan kuliah + Co-Ass, buat mau cari informasi sendiri tanpa tergantung dari orang lain.
  • Pengalaman dari Panita PMB 2007, tempat Ming mulai nekat buat website tanpa dasar (belum dapet mata kuliah Pemrograman Web, belum pernah buat web); akhirnya Ming sekarang bisa kerja di Jakarta – ngembangin website juga.
  • Pengalaman Ming di KMK St. Thomas Aquinas, pengalaman berorganisasi dan tempatnya Ming pertama kali nemuin temen-temen yang buat krasa nyaman pada akhirnya di STIKOM.
  • Pengalaman Ming kerja di Akar Daya, pelajaran buat hidup di lingkungan + kerjaan yang lebih majemuk.
  • Pengalaman di PS Suona Amicitsia, pelajaran buat lebih hidup bersosial dan menyanyi di sini.
  • Pengalaman Ming sama kakak-kakak Ming di Surabaya; teguran, informasi, pengetahuan dan lain-lain, Ming pake di Jakarta ini.

Surabaya, terima kasih.

Hari Jumat ini, 9 Juli 2010, kantor tempat kerja tetap Ming di Jakarta merayakan ulang tahun. Ming mulai bisa lebih adaptasi ke temen di kantor. Ming ikut ngisi acara sama temen2, Ming lebih intens komunikasi sama temen2, Ming bisa sedikit lebih nggak jaim lagi. Tapi tetep, semoga komunikasi Ming sama relasi di Surabaya bisa tetep keep in touch.

Sukses temen2, sukses juga buat pembaca.

Wish you always smile :)

www.minggofebrianto.com

Minggo Febrianto